Kamis, 01 Maret 2012

QS. Al-Falaq (113)

Nomor Surat: 113
Arti Nama Surat: Waktu subuh
Jumlah ayat: 5 (lima) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. An-Nas (114)

Nomor Surat: 114
Arti Nama Surat: Manusia
Jumlah ayat: 6 (enam) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. Al-A’raf

Nomor Surat: 7
Arti Nama Surat: Tempat Tertinggi
Jumlah ayat: 206 (dua ratus enam) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. Al-An’am

Nomor Surat: 6
Arti Nama Surat: Binatang ternak
Jumlah ayat: 165 (seratus enam lima) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. Al-Mai’dah

Nomor Surat: 5
Arti Nama Surat: Hidangan
Jumlah ayat: 120 (seratus dua puluh) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. An Nisa'

Nomor Surat: 4
Arti Nama Surat: Wanita
Jumlah ayat: 176 (seratus tujuh puluh enam) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat:
Informasi Tambahan:

QS. Al Baqarah

Nomor Surat: 2
Arti Nama Surat: Sapi Betina
Jumlah ayat: 286 (dua ratus delapan puluh enam) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat: Madaniyyah
Informasi Tambahan:
Ammar berkata, “Ada tiga perkara yang barang siapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Yaitu, memperlakukan orang lain sebagaimana engkau suka dirimu diperlaukan oleh orang lain, memberi salam terhadap setiap orang (yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal), dan mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya sedikit,” (HR. Bukhari, 9)
Azbabun Nuzul QS Al Baqarah 6-7 : Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa ayat 6 dan 7 ini turun sehubungan dengan kaum Yahudi Madinah yang diberi peringatan oleh Allah, tetapi mereka tetap ingkar. Allah mengunci mati hati dan pendengaran mereka. Bagi mereka siksa yang pedih, Kedua ayat ini bercerita tentang perang Ahzab. (Lubabun Nuqul: 7)
Azbabun Nuzul QS Al Baqarah 19 : Dari Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Mas’ud, “Ada segolongan kaum munafik yang masuk Islam setelah hijrahnya Rasulullah. Mereka seperti orang yang terjebak dalam kegelapan berusaha mencari cahaya dengan menyalakan api. Tetapi, setiap kali menyalakan api itu padam. Perumpamaan mereka seperti orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai kilat, petir dan guruh. Orang itu pun berusaha berlindung karena takut bahaya menimpanya. Perumpamaan ini selaras dengan tabiat mereka syirik lalu mereka beriman, kemudian kembali sesat dan kafir. Mereka samar antara halah dan haram, baik dan buruk. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa mereka adalah orang yang akan terungkap perbuatan nifaknya (lubabun Nuqul:8)

QS. al-Fatihah

Nomor Surat: 1
Arti Nama Surat: Pembukaan
Jumlah ayat: 7 (tujuh) ayat
Diturunkan di:
Golongan surat: Makkiyyah
Informasi Tambahan:
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam beliau bersabda, “Nama yang paling jelek di sisi Allah adalah seorang yang bernama Malikul Muluk. Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam riwayatnya, Tidak ada malik (raja) kecuali Allah Taala,’” 
(HR. Muslim, 3993)

QS. Ali Imran

Nomor Surat: 3
Arti Nama Surat: Keluarga Imran. Imran adalah nama ayah Maryam. Maryam adalah ibu Nabi Isa ‘alaihis salam.
Jumlah ayat: 200 (dua ratus) ayat

ORANG-ORANG YANG DIWAJIBKAN SHALAT JUM’AT


Syaikh Al Albani berkata,”Shalat Jum’at wajib atas setiap mukallaf, wajib atas setiap orang yang baligh, berdasarkan dalil-dalil tegas yang menunjukkan shalat Jum’at wajib atas setiap mukallaf dan dengan ancaman keras bagi meninggalkannya.”
[Al Ajwibah An Nafi’ah ‘An Asilat Lajnah Masjid Al Jami’ah, karya Muhammad Nashiruddin Al Albani, Cetakan Kedua, Tahun 1400 H, Al Maktab Al Islami, Bairut, hlm. 42-43]

Shalat Jum’at diwajibkan kepada setiap muslim, kecuali yang memiliki udzur syar’i, seperti: budak belian, wanita, anak-anak, orang sakit dan musafir, berdasarkan hadits Thariq bin Syihab dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda.

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ

"Shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim dalam berjama’ah, kecuali empat: hamba sahaya, wanita, anak-anak atau orang sakit"
[Lihat kelengkapannya dalam rubrik Hadits].

Sedangkan tentang hukum musafir, para ulama masih berselisih sebagai orang yang tidak diwajibkan shalat Jum’at, dalam dua pendapat, yaitu:

Pertama : Musafir tidak diwajibkan shalat Jum’at. Demikian ini pendapat jumhur Ulama [1], dengan dasar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam seluruh safarnya tidak pernah melakukan shalat jum’at, padahal bersamanya sejumlah sahabat Beliau. Hal ini dikuatkan dengan kisah haji wada’, sebagaimana disampaikan oleh Jabir bin Abdillah dalam hadits yang panjang.

فَأَتَى بَطْنَ الْوَادِي فَخَطَبَ النَّاسَ ......ثُمَّ أَذَّنَ بِلا َلٌ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

"Lalu beliau mendatangi Wadi dan berkhutbah…Kemudian Bilal beradzan, kemudian iqamah dan shalat Dhuhur, kemudian iqamah dan shalat Ashar, dan tidak shalat sunnah diantara keduanya…
[Potongan hadits riwayat Muslim dalam Shahih-nya, kitab Al Hajj, Bab Hajat An Nabi, no. 2137]